Teknologi membawa perubahan besar dalam dunia kerja. Tuntutan, tantangan, dan rintangan terus berkembang dan menjadi lebih kompetitif. Hal ini dapat menyebabkan stres dan burnout pada karyawan. Stres adalah respons alami terhadap tekanan sedangkan burnout adalah tahap lanjut dari stres yang tidak teratasi dalam jangka panjang, keduanya saling berkaitan erat dan dapat mempengaruhi kinerja karyawan jika tidak segera diatasi oleh perusahaan.

Burnout kerap ditemukan di dunia pekerjaan dan dapat menjadi sebuah ancaman yang serius bagi kesehatan mental seseorang. Burnout akan membuat seseorang memulai hari yang baru dengan diliputi perasaan kelelahan yang mendalam meskipun sudah beristirahat cukup dan pikirannya dipenuhi dengan kecemasan akan beban kerja yang menumpuk.

Penyebab Karyawan Mengalami Burnout

Terdapat dua faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami burnout pada pekerjaan, yakni faktor individual dan faktor lingkungan pekerjaan.

Faktor Individual

  • Kehidupan personal dan pekerjaan yang tidak seimbang

Ketidakmampuan seseorang dalam mengelola energi dan waktu antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi, baik itu diciptakan oleh kelalaian sendiri maupun load pekerjaan yang terlalu membebankan sehingga waktu untuk istirahat, rekreasi, dan interaksi sosial menjadi berkurang.

  • Tidak puas terhadap pekerjaan yang dikerjakan

Ketidakpuasan dengan jenis pekerjaan itu sendiri dapat muncul yang disebabkan oleh beberapa faktor, contohnya: minat dan keterampilan dengan tuntutan pekerjaan tidak sesuai. Hal ini dapat membuat karyawan merasa putus asa dan kehilangan motivasi.

  • Ketidakpuasan personal

Rasa tidak puas ini dapat muncul dari beberapa faktor yaitu kebutuhan akan pencapaian, hubungan antarpribadi, dan keadilan.

Faktor Lingkungan Pekerjaan

  • Beban kerja yang berlebihan

Karyawan mendapat tuntutan kerja yang terlalu tinggi seperti jadwal yang padat, target yang tidak realistis, ataupun tanggung jawab yang berlebihan sehingga menyebabkan kelelahan fisik dan mental.

  • Perubahan yang tidak menentu

Situasi di mana karyawan menghadapi situasi yang tidak pasti tentang apa yang akan terjadi di masa depan dan sering mengalami perubahan yang terus-menerus dalam tugas, tanggung jawab, atau kebijakan perusahaan. Lingkungan kerja seperti ini dapat meningkatkan tingkat stres dan kecemasan karyawan.

  • Kurangnya dukungan sosial

Karyawan merasa tidak didukung oleh rekan kerja dan atasan baik secara emosional maupun profesional. Kondisi semacam ini dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya burnout karena kurangnya dukungan sosial dapat menyebabkan kehilangan rasa keterhubungan dengan rekan kerja, ketidaknyamanan, dan kelelahan yang berkepanjangan.

Cara Efektif Mengatasi Burnout

Mengenali Gejala

Langkah pertama dalam mengatasi burnout adalah mengenali gejalanya dan mencari faktor penyebabnya. Anda dapat merasakan perubahan dalam suasana hati, tingkat energi, dan kinerja kerja. Jika anda mulai merasa kehilangan semangat untuk bekerja dan kelelahan secara emosional dan fisik, penting untuk mengambil langkah-langkah preventif sebelum menjadi berkelanjutan.

Menetapkan Tujuan yang Realistis

Buat harapan yang realistis terhadap pencapaian Anda dalam jangka waktu tertentu. Jangan terlalu memaksakan diri sendiri atau mengatur standar yang terlalu tinggi untuk apa yang ingin Anda capai. Menetapkan tujuan yang realistis dapat membantu mengurangi tekanan dan mencegah terjadinya burnout.

Mengambil Waktu Istirahat

Apabila sudah merasa burnout maka Anda dapat mempertimbangkan untuk mengambil cuti atau liburan untuk mendapatkan istirahat dari pekerjaan. Cara ini dapat memberikan Anda kesempatan untuk memperbaharui pikiran dan fisik sehingga Anda dapat kembali ke pekerjaan dengan energi yang lebih baik.

Menerapkan Work Life Balance

Memberikan batasan antara waktu kerja dan waktu kehidupan pribadi. Hindari terlalu banyak bekerja di luar jam kerja yang ditetapkan, berikan diri Anda waktu yang cukup untuk istirahat, dan habiskan waktu bersama keluarga atay orang yang Anda cintai . Cara ini dapat membantu mengatasi kelelahan yang berlebihan dan membantu Anda menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Jangan anggap remeh rasa kelelahan Anda terhadap pekerjaan dan mulailah mengamati hal-hal yang terjadi di diri Anda. Jika burnout tidak diatasi dengan baik, hal tersebut dapat mengarah kepada depresi yang dapat berakibat fatal. Dengan menerapkan cara-cara di atas, maka diharapkan tingkat burnout pada diri seseorang dapat berkurang sehingga ia dapat mengembalikan produktivitasnya seperti sebelum terjadi burnout.

Category
Tags

Comments are closed